Beranda blog

Diduga Pengedar Sabu, Warga Pancoran Dicokok Polisi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO, Lagi-lagi Jajaran satuan reserse narkoba (Sat Reskoba) Polres Bondowoso mencokok Zainullah Bin Senol (30). Pasalnya ia diduga sebagai pengedar serbuk kristal atau sabu.

Zainullah warga dusun Widoro, Desa Pancoran, Bondowoso, Jawa Timur ini bertekuk lutut saat dicokok petugas, betapa tidak ia ketahuan menyembunyikan sabu didalam saku depan celananya.

Iptu Hadi Sukisman,Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso mengatakan, Senol diamankan di jalan dusun Widoro, Desa Pancoran, Kecamatan kota Bondowoso,Rabu (3/7/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikann adanya pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Dengan ciri-ciri sesuai dengan tampilan fisik pelaku.

FB_IMG_1773966750014

Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan penggeledahan,ditemukan pada saku celana depan bungkusan plastik kecil yang berisi sabu.

“Dari Zainullah berhasil diamankan beberapa barang bukti, yaitu satu paket sabu yang dibungkus klip plastik disolasi. Serta uang tunai Rp 350 ribu dan satu HP,” kata Iptu Hadi, Kamis (4/7/2019).

Diterangkan bahwa berdasarkan barang bukti yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU.RI No. 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun,” katanya.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, serta penyidikan Zainullah diamankan di Mako Polres Bondowoso, setelah nanti berkas lengkap atau P21 akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

images (15)

Diterjang Hujan Lebat, Dapur Rumah Warga Besuki Situbondo Ambruk

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Situbondo – Hujan lebat yang disertai hembusan angin kencang di Kecamatan Besuki telah memporak porandakan dapur rumah warga yang bernama Samawi (55). Rumah Sanawi yang berlokasi di Rt 03, Rw 01, Dusun Mandar, Desa Belimbing, Besuki, Situbondo, Jawa Timur tepat pukul 03.00 dini hari, Jumat, (8/3).


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media online ini di lapangan menyebutkan bahwa, panjang rumah 5 meter dan lebar 6 meter yang berpenghuni 5 jiwa tersebut hancur pada bagian dapurnya.
“Untung saja kelima penghuni rumah itu selamat meski dalam keadaan tertidur lelap,” ujar Sonata, anggota tim Paskalis BPBD Situbondo, Jumat, (8/3).

FB_IMG_1773966750014


Sonata menambahkan bahwa kerugian yang dialami korban yakni diperkirakan sekitar Rp 15 juta. (ans)

images (15)

10 Sikap Perempuan Berkelas: Bukan Soal Uang, Melainkan Cara Membawa Diri

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Life Style — Perempuan berkelas kerap disalahartikan sebagai sosok yang identik dengan kemewahan. Padahal, makna “berkelas” tidak selalu berkaitan dengan materi, melainkan bagaimana seseorang memahami nilai dirinya dan bersikap dalam berbagai situasi.

Perempuan berkelas bukanlah yang paling sempurna, tetapi yang mampu mengelola emosi, menjaga harga diri, serta terus berkembang. Berikut sepuluh sikap yang mencerminkan perempuan berkelas:

Pertama, tetap tenang saat menghadapi kekecewaan. Ia tidak mudah bereaksi secara berlebihan, melainkan mengolah emosi sebelum berbicara. Sikap ini menunjukkan kedewasaan sekaligus kemampuan mengendalikan diri.

Kedua, tidak mengemis perhatian, namun tetap hangat. Ia tidak memaksakan orang lain untuk peduli, tetapi tetap bersikap baik kepada mereka yang menghargainya.

Ketiga, mampu bersikap tegas tanpa harus bersikap kasar. Ia menyampaikan pendapat secara jelas tanpa merendahkan orang lain, dan memilih menjaga jarak jika batasnya dilanggar.

Keempat, menempatkan harga diri di atas ego. Ia lebih memilih menjaga ketenangan batin dibanding mempertahankan hubungan atau situasi yang tidak sehat.

Kelima, tidak mudah membuka seluruh aspek kehidupan pribadinya. Ia memahami bahwa tidak semua orang berhak mengetahui hal-hal personal dalam hidupnya.

FB_IMG_1773966750014

Keenam, fokus pada tujuan hidup. Ia memiliki mimpi dan arah yang jelas, sehingga hidupnya tidak bergantung pada orang lain.

Ketujuh, tidak takut berjalan sendiri. Ia mampu menikmati waktu sendirian dan menyadari bahwa kesendirian tidak mengurangi nilai dirinya.

Kedelapan, tidak mudah bereaksi terhadap hal-hal kecil. Ia bijak dalam memilih energi yang dikeluarkan dan memahami bahwa tidak semua hal perlu ditanggapi.

Kesembilan, mengetahui kapan harus bertahan dan kapan harus pergi. Ia tidak memaksakan diri berada dalam situasi yang merugikan dirinya.

Kesepuluh, terus berupaya memperbaiki diri. Ia tidak sibuk membuktikan diri kepada orang lain, melainkan fokus pada pengembangan diri secara berkelanjutan.

Dengan menerapkan sikap-sikap tersebut, perempuan dapat membangun citra diri yang kuat dan berkelas, tanpa harus bergantung pada penilaian eksternal maupun materi semata.

images (15)

Polres Bondowoso Ungkap Sejumlah Kasus Narkotika dan Obat Keras, Beberapa Tersangka Diamankan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bondowoso berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran narkotika dan obat keras berbahaya dalam beberapa waktu terakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Deky Julkarnain, S.H., dalam keterangan resminya di Bondowoso, Jumat (17/4/2026).

AKP Deky menjelaskan, pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika dan sediaan farmasi ilegal di wilayah hukum Bondowoso.

Kasus Narkotika Jenis Sabu

Dalam salah satu kasus, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial M.S. di wilayah Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.

Penangkapan dilakukan pada 3 April 2026 di halaman Terminal Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kademangan. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa Satu plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 5,54 gram dan berat bersih 5,32 gram Satu unit telepon genggam ,Uang tunai sebesar Rp4.000 ,Satu potong plastik warna hitam dan satu amplop putih.

Tersangka diduga tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai, serta menjadi perantara dalam transaksi narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan perubahan lainnya.

Kasus Peredaran Obat Keras

Selain itu, Satresnarkoba juga mengungkap kasus peredaran obat keras tanpa izin di dua lokasi berbeda.

FB_IMG_1773966750014

Pada 10 Maret 2026, petugas mengamankan tersangka berinisial D.C.W. di sebuah rumah di Desa Lumutan, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso. Barang bukti yang disita antara lain:

207 butir pil berlogo “Y” warna putih

Uang tunai Rp40.000 ,Satu unit telepon genggam,Satu tas selempang warna hitam

Kasus serupa juga diungkap di Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prajekan. Petugas mengamankan tersangka berinisial M.I. dengan barang bukti 1.907 butir pil berlogo “Y” warna putih,Satu unit telepon genggam.

Para tersangka diduga mengedarkan sediaan farmasi berupa obat keras tanpa izin serta tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu.

Mereka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) serta subsider Pasal 436 ayat (2).

Komitmen Kepolisian

AKP Deky Julkarnain menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran narkotika maupun obat-obatan ilegal.

“Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika dan obat keras ilegal demi melindungi masyarakat, khususnya generasi muda dari bahaya penyalahgunaan zat berbahaya,” ujarnya.

Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan di Mapolres Bondowoso untuk menjalani proses hukum lebih lanjut serta pengembangan kasus.

images (15)

Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Terbingkar , Dua Pelaku Terancam 6 Tahun Penjara

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Dalam kasus ini, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka.Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Bondowoso pada Jumat (17/4/2026).

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti yang cukup hasil dari penyelidikan mendalam sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Adapun dua tersangka yang diamankan, yakni H. Moh. Abd. Manap (54), warga Desa Wringin, dan Mostapa (63), warga Desa Sempol, Kabupaten Bondowoso.

Keduanya diduga terlibat dalam praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Kasat Reskrim Polres Bondowoso, IPTU Wawan Triono, menjelaskan bahwa penyalahgunaan BBM bersubsidi merupakan tindak pidana serius yang berdampak luas.

“Praktik ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat distribusi BBM bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

FB_IMG_1773966750014

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Mereka terancam hukuman pidana penjara paling lama enam tahun serta denda maksimal Rp60 miliar.

IPTU Wawan menegaskan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran distribusi BBM bersubsidi.

“Kami berkomitmen menjaga hak masyarakat serta memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Bondowoso dan masih menjalani pemeriksaan intensif guna pengembangan lebih lanjut.

Penyalahgunaan BBM bersubsidi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan dampak luas. Selain merugikan keuangan negara, praktik ini dapat menyebabkan kelangkaan BBM di masyarakat, memicu antrean panjang di SPBU, serta meningkatkan biaya operasional sektor usaha kecil dan transportasi.

Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya kelompok yang bergantung pada BBM bersubsidi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

images (15)

Sekda Bondowoso Tinjau SD di Wilayah Terpencil, Dorong Percepatan Revitalisasi Sarana Pendidikan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, meninjau langsung kondisi SD Negeri Banyuwulu 4 yang berada di wilayah pegunungan dengan akses yang cukup ekstrem dan jauh dari pusat kecamatan,Kamis 16/04/2026.

Dalam kunjungannya, Sekda menemukan bahwa kondisi sarana dan prasarana pendidikan di sekolah tersebut masih memprihatinkan.

Saat ini, SD Negeri Banyuwulu 4 hanya memiliki 65 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, serta menyelenggarakan kegiatan SMP terbuka dengan induk sekolah SMP Negeri 2 Pakem.

“Kita tentu wajib hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di daerah terpencil seperti ini,” ujar Fathur Rozi,Jum’at 17/04/2026.

Ia mengungkapkan, kondisi ruang kelas di sekolah tersebut dinilai belum layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Bahkan, sebagian bangunan telah mengalami kerusakan cukup parah sejak terdampak bencana angin puting beliung pada 2020.

“Anak-anak belajar di ruang yang menurut saya tidak layak. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegasnya.

Menurut informasi dari Dinas Pendidikan, sekolah tersebut telah masuk dalam program revitalisasi dan menjadi prioritas utama.

Namun demikian, Sekda menegaskan bahwa jika program tersebut belum terealisasi, pemerintah daerah akan mengupayakan langkah lain melalui penganggaran.

FB_IMG_1773966750014

“Kalau sudah masuk program tetapi belum terealisasi, maka akan kita maksimalkan melalui anggaran daerah secara bertahap,” jelasnya.

Selain persoalan infrastruktur, Sekda juga menyoroti proses pembelajaran di sekolah tersebut yang saat ini masih menerapkan sistem kelas rangkap karena keterbatasan fasilitas dan tenaga pendidik.

Ia menilai, model pembelajaran multigrade masih perlu ditingkatkan agar lebih efektif.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk terus berbenah demi mewujudkan layanan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fathur Rozi menekankan pentingnya optimalisasi aset-aset pemerintah daerah, termasuk bangunan yang terbengkalai.

Menurutnya, terdapat berbagai skema pemanfaatan yang dapat dilakukan, seperti kerja sama, pengelolaan, maupun penyewaan.

Namun, ia mengingatkan bahwa khusus untuk aset berupa tanah dan bangunan milik pemerintah, proses pemanfaatannya harus melalui mekanisme resmi, termasuk persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Pemanfaatan aset tidak bisa dilakukan serta-merta. Harus melalui prosedur yang berlaku agar tetap sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya.

 

images (15)

Pemkab Bondowoso Asesmen Infrastruktur dan Optimalisasi Aset Daerah

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I, meminta seluruh pihak terkait untuk segera melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi sarana dan prasarana, khususnya akses infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam upaya merumuskan langkah-langkah strategis dan taktis guna menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

“Saya minta teman-teman melakukan asesmen terkait sarana prasarana dan akses, termasuk dampaknya terhadap masyarakat. Dari situ kita bisa menentukan langkah-langkah taktis untuk penyelesaiannya,” ujar Fathur Rozi,Jum’at 17/04/2026.

Menurutnya, hasil asesmen akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan, termasuk kemungkinan perluasan jalan, penataan kawasan, hingga pengaturan zonasi seperti klaster peternakan.

“Kalau memang dibutuhkan perluasan jalan, kita lakukan. Kalau perlu penataan klaster, misalnya untuk peternakan, itu juga akan kita atur,” jelasnya.

Selain itu, Sekda menekankan pentingnya pendekatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat agar setiap kebijakan yang diambil dapat dipahami dan diterima dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak serta-merta akan memindahkan fasilitas publik seperti pasar, melainkan lebih mengutamakan optimalisasi fungsi bangunan yang sudah ada.

FB_IMG_1773966750014

“Kita tidak bicara pemindahan pasar hewan, Yang kita dorong adalah bagaimana memaksimalkan bangunan yang ada agar sesuai dengan peruntukannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fathur Rozi menyoroti pentingnya pemanfaatan seluruh aset milik pemerintah daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mencontohkan aset rumah sakit Paru yang memiliki potensi dikembangkan menjadi pusat layanan kesehatan berbasis wisata atau wellness tourism.

“Pada prinsipnya, semua aset pemerintah daerah yang belum berfungsi harus dioptimalkan. Termasuk rumah sakit paru yang bisa dimanfaatkan untuk wisata kesehatan,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, karena pengelolaan aset tersebut masih dalam proses administrasi dan akan segera dialihkan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,dari RSUD dalam hal ini ke Dinas Kesehatan.

“Intinya, semua aset daerah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

images (15)

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, Dinsos P3AKB Bondowoso Tegaskan Komitmen Lindungi Anak dari Kekerasan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso dr M.K mengatakan bahwa pihaknya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencegah keterlibatan anak dalam proses hukum serta memperkuat pendekatan berbasis keluarga dan komunitas.

Hal ini kata Imron sejalan dengan upaya mewujudkan Bondowoso sebagai Kabupaten Layak Anak.

Pernyataan tersebut disampaikan dr Imron usai mengikuti pres rilis di polres Bondowoso terkait adanyabpelecehan seksual yang dilakukan seorang ipar kepada anak berusia dibawah umur (16 tahun) di Bondowoso .

” Pentingnya koordinasi semua pihak dalam upaya preventif. Pencegahan anak berhadapan dengan hukum tidak bisa dilakukan secara sektoral. Diperlukan sinergi dan koordinasi antarinstansi, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran. Upaya preventif di masyarakat dan keluarga harus diperkuat sebagai garda terdepan perlindungan anak,” ujarnya.

Selain itu kata Imron Kasus kekerasan seksual menjadi potret keprihatinan yang tidak bisa diabaikan. Meningkatnya intensitas dan dampak kekerasan ini, bahkan hingga menimbulkan korban, menegaskan pentingnya perhatian serius dari semua pihak. Inilah alasan mengapa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang lebih responsif, preventif, dan berkelanjutan.

“Anak-anak yang berhadapan dengan hukum sering kali terdorong oleh berbagai faktor, mulai dari lingkungan keluarga, pengaruh digital, hingga pergaulan.Untuk itu pendampingan orang tua ataupun dinas sangat diperlukan,”

Ia juga menekankan pentingnya empati terhadap kondisi anak. Anak yang bermasalah adalah anak yang sedang patah hati. Kita tidak bisa menilai mereka hanya dari apa yang tampak di permukaan.

Lihatlah latar belakangnya setiap anak punya cerita. Bondowoso harus menjadi tempat yang layak dan ramah untuk semua anak.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan yang terjadi di sekitar kita, pentingnya keterlibatan semua sektor untuk menciptakan generasi anak yang berkarakter. Salah satu upaya konkret yang harus diperkuat adalah pengasuhan positif dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya jangan hanya hadir saat anak berhadapan dengan hukum, tetapi mendampingi juga berkewajiban melakukan pengawasan dan pembimbingan untuk memastikan anak bisa kembali ke masyarakat dengan baik

FB_IMG_1773966750014

Seperti kasus saat ini , pertama menimpa seorang anak berusia 12 tahun yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) kemusian kasus kedua terjadi pada seorang remaja berusia 16 tahun, di mana pelaku diketahui merupakan kakak ipar korban sendiri.

“Kedua peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap anak yang
memerlukan perhatian serius dari
semua pihak.Lebih-lebih Dinsos P3AKB harus mempunyai langkah kongrit dalam penanganan kasus tersebut,”jelasnya ,Jum’at 17/04/2026.

Pertama kata Imron ,Respon Cepat Pengaduan ,jadi Laporan masyarakat langsung
ditindaklanjuti secara cepat dan tepat

Kemudian yang kedua Pendampingan Korban
Anak korban mendapat pendampingan
psikologis dan hukum.

Sementara tidak kalah pentingnya adalah Koordinasi Lintas Sektor
Bersinergi dengan kepolisian,
tenaga medis, dan lembaga terkait

Selain itu Imron menyampaikan bahwa Edukasi dan Pencegahan Sosialisasi ke sekolah dan masyarakat untuk mencegah kasus serupa.

Sangat penting adalah Perlindungan ldentitas
Korban ini untuk nenjaga privasi anak demi keamanan dan pemulihan

 

 

images (15)

Ribuan Buruh di Bondowoso Segera Terima BLT DBHCHT Triwulan I, Dinsos P3AKB Matangkan Administrasi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) memastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Triwulan I tahun 2026 segera direalisasikan.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron, mengungkapkan bahwa pada alokasi triwulan pertama ini, sebanyak 8.064 penerima manfaat telah ditetapkan sebagai sasaran bantuan.

Para penerima tersebut berasal dari kalangan buruh pabrik rokok, pekerja gudang tembakau, serta pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

“BLT DBHCHT ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para buruh di sektor pertembakauan, khususnya yang terdampak kondisi ekonomi maupun PHK,” ujar dr. Imron,Kamis16/04/2026.

Ia menjelaskan, setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan selama dua bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp600 ribu per orang pada triwulan pertama ini.

Proses Pendataan hingga Validasi Berlapis

Lebih lanjut, dr. Imron memaparkan bahwa proses penyaluran bantuan ini telah melalui sejumlah tahapan penting guna memastikan ketepatan sasaran.

Pada triwulan I, kegiatan diawali dengan proses pendataan yang dilakukan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Setelah data awal terkumpul, Dinsos P3AKB melakukan verifikasi dan validasi (verval) secara menyeluruh.

Proses ini menurut Imron ,juga disertai dengan pemadanan data dengan basis data kependudukan serta Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Proses verval dan pemadanan data telah dilaksanakan sekitar bulan Maret, setelah kami menerima data dari DPMPTSP. Hal ini penting untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” jelasnya.

FB_IMG_1773966750014

Penyaluran Menunggu SK Bupati dan Kesiapan Penyalur
Saat ini, tahapan penyaluran memasuki proses administratif lanjutan.

Dinsos P3AKB tengah menyiapkan dokumen penting, termasuk Surat Keputusan (SK) Bupati terkait penetapan penerima BLT DBHCHT.

Selain itu, koordinasi juga terus dilakukan dengan pihak penyalur, yakni PT Pos Indonesia, yang akan bertugas mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

“Pada bulan April ini, kami fokus pada penyelesaian administrasi, termasuk penerbitan SK Bupati dan koordinasi teknis dengan PT Pos Indonesia,” tambah dr. Imron.

Ia menambahkan, apabila seluruh persyaratan administratif telah rampung dan pihak penyalur siap, maka penyaluran bantuan dijadwalkan dapat mulai dilakukan pada bulan April.

Namun demikian, batas waktu maksimal penyaluran diperkirakan hingga bulan Mei 2026.

Komitmen Tepat Sasaran dan Transparan

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. BLT DBHCHT diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi para buruh di sektor tembakau sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Harapannya bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para buruh dan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” pungkasnya.

Dengan progres yang telah berjalan, masyarakat penerima manfaat diharapkan dapat bersabar menunggu proses administrasi rampung, sehingga penyaluran dapat dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku.

images (15)

Bupati Minta Ketua TP PKK Kecamatan Jadi Motor Penggerak Kesejahteraan Keluarga di Bondowoso

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Bupati Bondowoso KH.Abdul Hamid Wahid menegaskan peran strategis Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sebagai ujung tombak pembangunan berbasis keluarga hingga tingkat akar rumput.

Hal tersebut pada pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan, di pendopo Raden Bagus Asra ,Kamis 16/04/2026.

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah mengucapkan selamat kepada yang baru dilantik sekaligus menekankan bahwa jabatan tersebut bukan sekadar seremonial atau pelengkap struktural.

“Ini adalah amanah besar untuk menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga. Peran PKK sangat penting karena memiliki struktur hingga dasawisma yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat,” ujarnya bupati.

Pemerintah menyoroti sejumlah isu strategis nasional yang menjadi perhatian bersama, di antaranya percepatan penurunan angka stunting, penguatan ketahanan pangan, serta ketahanan energi.

Para Ketua TP PKK Kecamatan diminta aktif mengoptimalkan program posyandu, khususnya edukasi bagi ibu hamil, guna memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan berkualitas.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi dalam program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah.

FB_IMG_1773966750014

Program penanaman tanaman pangan yang telah dicanangkan sebelumnya diharapkan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menuju kemandirian dan kedaulatan pangan.

“Anak-anak Bondowoso harus tumbuh cerdas, sehat, dan kompetitif. Partisipasi masyarakat dalam program ketahanan pangan sangat diperlukan,” tambahnya.

Di sisi lain, TP PKK juga diharapkan mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan keluarga. Hal ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran informasi hoaks serta melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan internet.

Pemerintah mengakui adanya keterbatasan fiskal yang mempengaruhi ruang gerak PKK. Namun demikian, upaya optimalisasi anggaran akan terus dilakukan, termasuk melalui sinergi dengan perangkat daerah seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Sebagai penutup, para Ketua TP PKK Kecamatan diminta segera melakukan koordinasi internal serta turun langsung ke lapangan untuk memetakan persoalan di wilayah masing-masing.

“Jadilah sosok inspiratif yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Semoga kita semua diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah ini demi mewujudkan Bondowoso yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

images (15)

Momentum Pengabdian, Ketua TP PKK Bondowoso Kukuhkan 14 Ketua Kecamatan

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso, – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso, Hj. Khodijatul Qodriyah, secara resmi melantik 14 Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Raden Bagus Asra pada Kamis (16/4/2026).

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Bupati Bondowoso selaku Pembina TP PKK Kabupaten Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, yang hadir secara langsung dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Hj. Khodijatul Qodriyah menyampaikan ucapan selamat kepada para ketua TP PKK kecamatan yang baru dilantik. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bondowoso atas kehadiran dan dukungan yang diberikan terhadap gerakan PKK di daerah.

“Tim Penggerak PKK merupakan gerakan nasional yang tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat sebagai wahana pembangunan keluarga dalam mewujudkan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dikelola secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan dan desa.

Dalam pelaksanaannya, PKK mengusung 10 program pokok yang mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga lingkungan hidup.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya, PKK sebagai mitra strategis pemerintah memiliki kekuatan struktural dan kultural karena mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang berdaya, adil, sejahtera, dan berkarakter.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari pengabdian nyata kepada masyarakat. Para ketua TP PKK kecamatan diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta aktif membina dan memberdayakan keluarga di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus PKK untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bondowoso melalui penguatan peran keluarga, sehingga terwujud masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Di akhir sambutannya, Hj. Khodijatul Qodriyah menyampaikan harapan agar para ketua TP PKK kecamatan yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh dedikasi.

“Selamat bertugas, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” pungkasnya.

images (15)

Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah ,Bupati Bondowoso Terima Audiensi BI Jember

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menerima audiensi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember guna memperkuat sinergi program antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Pertemuan berlangsung di ruang Paringgitan Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso,Rabu 14/04/2026.

Dalam audiensi tersebut, Kepala KPwBI Jember, Iqbal Reza N menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan membahas penyaluran bantuan sarana dan prasarana tahun 2024–2025 sekaligus mengevaluasi kerja sama yang telah terjalin.

“Ikhtiar ini juga menjadi momentum untuk menyusun langkah strategis ke depan dalam memperkuat perekonomian daerah,” ujar Iqbal,Rabu ,15/04/2026.

Ia memaparkan sejumlah rencana sinergi, di antaranya pengembangan UMKM dan ekonomi syariah melalui pre-event Samara 2026, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, serta penguatan produktivitas klaster pangan.

Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran turut menjadi fokus, melalui pembentukan pondok pesantren digital, perluasan ekosistem masjid go-digital, pengembangan merchant QRIS, serta edukasi tematik Perlindungan Konsumen (PeKA).
Di sisi lain, kerja sama juga diarahkan pada pengendalian inflasi dan stabilitas harga pangan.

FB_IMG_1773966750014

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaksanaan high level meeting (HLM), serta sinergi dalam program operasi pasar murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sementara itu Bupati Bondowoso menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.

“Kami menyambut baik berbagai program yang diinisiasi. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap sinergi tersebut mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam memperkuat perekonomian daerah, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan daya beli masyarakat.

 

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih